Sabtu, 26 Februari 2011

Telaga Lara

Terka di ambang pucuk kelopak
ternyata benar dalam satu nalar
retak garis seruling katulistiwa
bunga nan merekah telah tumbang
terbawa gelembung buih entah kemana
.terhenti sudah kelana asmara
larut di setiap eja hanya ada canda
tak sanggup lagi membendung airmata
melinang di sekujur telaga lara

Kesyahduan Punah

Ku kunci setiap pintu hati
tuk semantara penenang jiwa
terkasih di balik layar sutera
menikam keindahan
hanya nafas berdarah
..menyelimuti dekrit kata
terlumur lumpur
syahdu seruling gembala punah

Kerinduan Hati

Malam menarik senja
tuk mengemas keping rindu
kan menetas di saat keheningan malam
jemari menari antara mimpi
menyemai noktah asa
Racik suasan pelataran angan
menggambar setiap lekuk paras pujaan
arsir sketsa jiwa alunkan syair syair oase
nan kan menenggelamkan kerinduan
menjelma arti dari makna pengertian
ohhh sejuk nian
taman puspa mulai bersemi
mekar kelopak harum wewangi
menghiasi imaji
damba dari seorang kasih suci

Tirai Putih

Kenapa selalu menatap kelam
nan hanya kunang kunang pandang
bukalah tirai putih
tuk menuju asa nyata
bukanlah sekedar angan
di antara lintasan jeda malam

Dan kini saatnya telah tiba
ku kan memanjakan raga
dimana atma kan tinggalkan nyata
hampiri puing puing mimpi tuk bersandar

Kosong

Biarlah terlelap di atas tilam kelembutan
biarlah dia nikmani sasana alam fiksi
nan mengitari nalar setiap insan
seonggok bintang menari
di jemari mimpi
.kala mentari mulai menapak buana
kan terselongsongi mekar kelopak buah
tapak tilas kembara melenggang
bersama kepak sayap imaji

laksana botol tak terisi air
itulah aku
aku hanya belajar dari artikel laman kenyataan
aku masih berguru sama senyawa alam

Anggun Aksara

Mataku masih terhibur aksaramu
hingga terlantun lirih mendesah megahmu
sulit tuk rapatkan hitam keindahan
 

Gemericik tetes tirta
anggunkan kala senja menyapa bianglala
itulah hapsari menuntun rintis
bermandikan aurora cahya
namun sulit tuk mereguk aromanya
karna jelita dalam samar layar kesucian

Keheningan Mimpi

Senandung keheningan
di separuh malam
memanggil mimpi mimpi berselimut khayal
kala retina terpejam
tatap atma telusuri mayapada

di mana pujaan teragungkan
terhampiri
peluk
lalu cumbu
buih buih keindahan mimpi
laksana nirwana terpegang
dalam gaman harapan