Sabtu, 26 Februari 2011

Telaga Lara

Terka di ambang pucuk kelopak
ternyata benar dalam satu nalar
retak garis seruling katulistiwa
bunga nan merekah telah tumbang
terbawa gelembung buih entah kemana
.terhenti sudah kelana asmara
larut di setiap eja hanya ada canda
tak sanggup lagi membendung airmata
melinang di sekujur telaga lara

1 komentar:

  1. ya....puisinya bagus,jgn lpa follow di blog aq,di http://renungan1jiwa.blogspot.com

    BalasHapus